Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

Kisah Misteri: Aku Tak Mendengar Suara Kereta Itu

Misteri
Misteri - Ini adalah sebuah kisah nyata yang dikisahkan oleh salah seorang Sahabat Vemale. Kisah ini akan mengajarkan kita untuk selalu senantiasa menjaga kesadaran dan fokus di manapun berada. Seringkali kita tak menyadari bahwa sedikit saja termenung, bisa membahayakan diri kita sendiri.

Ladies, mungkin Anda pernah mendengar kisah orang-orang yang tertabrak kereta tanpa sengaja dan seolah tak mendengar bahwa kereta sedang menuju ke arahnya. Beberapa di antaranya selamat dan yang lainnya harus kehilangan nyawa mereka. Mendengar fenomena ini, Sahabat Vemale mengisahkan pengalaman pribadinya.

Sahabat Vemale bernama Tari, semasa kecilnya sering bermain di rel kereta api di salah satu wilayah Jakarta. Hampir setiap sore, Tari bermain ke sana bernama teman-temannya. Tari tahu bahwa masih banyak kereta yang sering lalu-lalang di rel tersebut, namun pikirnya selama ia dan teman-temannya mendengar suara kereta lewat, maka mereka akan menjauhi rel.

Suatu ketika kejadian aneh menimpa Tari. Suatu ketika ia bermain di dekat rel. Beberapa saat kemudian, ia mendengar orang-orang di pinggiran stasiun berteriak padanya tanpa ia tahu mengapa. Suara-orang-orang itu keras dan bersahutan memanggil ke arahnya. Tari masih bingung dengan maksud mereka.

Sampai akhirnya seorang pria segera menariknya paksa dengan cepat ke pinggiran hingga mereka terjerembab ke tanah. Selang beberapa detik kemudian, kereta melewati mereka. Menghempas rambut dan tubuh Tari yang masih bengong serta orang yang menariknya tadi. Pria dewasa itu membantunya berdiri dan berseru, "Woy! Hati-hati, dong kalau main di rel," omel pria itu.

Tari menjawab dengan setengah bingung, "Tadi saya nggak denger ada kereta, Pak." Pria itu dan beberapa orang yang menghampiri mereka untuk membantu menganggap Tari sedang melamun, namun Tari yakin dia memang tak mendengar suara tersebut.

Selang beberapa lama sejak kejadian itu, Tari mengetahui dari salah seorang kerabatnya bahwa hal itu mungkin terjadi karena 'ada yang menutup' indra pendengaran Tari. Meski Tari tak menggunakan earphone dan sebagainya, namun tempat-tempat seperti rel kereta api dan stasiun tetaplah lokasi yang masih lekat dengan aura-aura 'mistis'.

Saat kita sedang tidak menguasai diri kita, kemungkinan ada gangguan dari hal-hal yang di luar logika kita yang mengambil alih diri kita. Salah satunya dengan menutup indra pendengaran, penglihatan dan sebagainya.

Sejak saat itu, Tari sudah jarang bermain di rel kereta api. Ia juga berusaha menjaga diri agar tetap fokus di manapun berada. Konon, kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di rel kereta api, namun juga bisa terjadi di jalan raya. Mungkin Anda pikir Anda cukup sadar atau Anda tadinya tidak melihat kendaraan yang sudah ada di dekat Anda.

Sahabat Vemale, Tari, ingin berbagi kisah ini untuk sekedar mengingatkan kita agar jangan melamun, termenung atau membawa masalah Anda sambil berjalan di tempat-tempat ramai. Selain itu, sebaiknya berdoa sebelum melakukan segala sesuatu agar kita terlindung dari pengaruh hal-hal tersebut.

Apakah Anda percaya, Ladies? Well, semua tergantung keyakinan Anda. Namun, Vemale setuju bahwa di manapun kita berada, sebaiknya tetap fokus dan jangan lupa berdoa sebelum melakukan aktivitas. Semoga kisah unik ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.

Sumber: Vemale.com

Jumat, 29 Maret 2013

Misteri Dari Sebuah basement

Misteri - Semua itu berawal ketika aku mencoba melihat-lihat basement rumah kita sendirian. Ketika aku hendak pergi kesana untuk mencari sesuatu, aku melihat sesuatu bergerak. Sesuatu yang hitam dan kecil.

Aku juga pernah melihat sesuatu itu sudut-sudut rumah, disepanjang koridor, di atas lemari TV, diruang laundry, dan dimana-mana. Mereka berpindah dari satu sudut ke sudut lain didalam rumah.

Semua itu menyebabkan aku beteriak ketakutan ketika aku melihatnya. Aku mendengar satu waktu Judy berkomentar menertawaiku "Oh, Kelsie ketakutan lagi."

Aku sangat ketakutan dengan wujud itu. Dan aku selalu memberitahumu dan yang lainnya agar tidak pergi ke basement. Karena disana adalah tempat dimana makhluk-makhluk itu bersembunyi.

Itu sarang mereka, aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi bila kita berlama-lama berada disana. Tapi kamu hanya menganggapku terlalu berlebihan. Kamu malah rajin pergi kesana untuk membersihkan ruang basement dan barang-barang didalamnya.

Sebenarnya aku tidak ingin yang lain tahu tentang ketakutanku itu, aku termasuk bagus dalam menyembunyikan itu. Tapi aku menyerah ketika aku sampai dibagian yang bagiku sangat parah.

Tidak lama setelah aku bisa melihat mereka, lalu aku bisa mendengar mereka. Mereka selalu berbisik-bisik seperti mengatakan sesuatu, mengejekku, memindahkan benda-benda dirumah kita, dan keributan kecil lainnya yang sama sekali tak berarti bagimu, Judi, dan ayah.

Mungkin sebenarnya kamu bisa mendengar dan melihat mereka, tapi kamu, berpura-pura tidak menyadari kalau mereka juga tinggal di rumah kita. Aku ingat ketika kamu menemukan sapu tangan dibawah tempat tidurmu, yang tidak satupun diantara kita mengakui kepemilikan saputangan itu.

Kamu hanya menertawakannya, semua menertawakannya, padahal itu peringatan dari mereka untukmu. Tapi kamu mengejek dan membuat candaan dari itu dengan pura-pura berterima kasih telah diberi hadiah saputangan misterius.

Kenapa tak seorang pun dari kamu, ayah, atau Judy mendengarkan aku ketika aku menyuruh kalian untuk berhenti menertawakan itu. Waktu berlalu, aku sudah 8 tahun, suara-suara itu tetap saja terus-menerus terjadi dirumah.

Kini, aku bisa mendengar setiap kata yang mereka ucapkan. Makhluk-makhluk ini, yang aku sebut 'the Whisperers', berbicara tentang segala hal. Mereka berbicara tentang hal-hal baru yang akan mereka lakukan untuk mengacau dirumah kita, seberapa banyak kita menertawakan mereka maka mereka akan makin sering mengacau kita.

Sayangnya, kalian mengabaikan aku untuk berhenti menertawai sesuatu yang aneh dirumah kita ini. Mereka selalu memikirkan bagaimana cara terjahat untuk melukai keluarga yang telah tinggal dirumah mereka, yaitu keluarga kita. Sebenarnya aku telah belajar dari kamu untuk mengabaikan semuanya.

Tapi aku mencoba lebih keras lagi, aku ingat suatu malam saat aku berbaring ditempat tidurku, aku mendengar suara deritan pintu terbuka, aku tidak bisa lagi tertidur nyenyak, suara kecil itu bisa membuatku tersentak bangun ditengah malam.

Mereka sangat mengetahui cara terbaik untuk menakut-nakutiku. Suara gaduh itu lalu terdengar di dapur. Untuk membuatku merasa aman, aku menarik selimut menutupi kepalaku. Aku ingin menangis memanggilmu seperti anak kecil, tapi aku tidak ingin menyusahkanmu.

Aku mendengar lengkingan dari dapur, suaranya cukup pelan yang mungkin tidak akan membangunkan seisi rumah kecuali aku. Aku tahu jika kamu membaca tulisan ini, ibu, kamu akan berhenti meneriakiku untuk berhenti berbuat konyol tentang suara-suara yang menurutmu hanya khayalanku.

Lalu, aku memutuskan untuk melihat apa yang terjadi di dapur. Aku harus mengetahui setan atau iblis apa yang ingin memangsa keluarga kita.

Lorong rumah terasa ngeri dan dingin di malam musim panas yang seharusnya panas, aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak membuat suara ketika aku melewati lorong menuju ke dapur. Aku sangat takut, dan keringat membasahi baju dan seluruh kulitku.

Ibu, aku tidak ingin menakutimu dengan menjelaskan secara detail apa yang ada di dapur, tapi aku akan memberitahumu yang terlihat mencolok disana. Makhluk kecil, Kira-kira dua kaki berdiri didepanku, warnanya hitam dan mempunyai mata berwarna kuning terang.

Baunya seperti campuran dari minyak sayur dan aspal jalanan. Dan mengeluarkan suara seperti api yang berderak dan gumaman yang terus menerus, makhluk itu membuatku takut, Ibu. Mereka jelmaan yang menakutkan.

Ketika aku melihatnya, dia melihat kearahku dan membuka mulutnya yang mana tidak terlihat ketika aku melihatnya pertama kali, mulutnya penuh dengan gigi-gigi tajam seperti silet.

Lalu aku melihat Dino, anjing kita yang malang, dia terbaring ditengah-tengah dapur didekat meja besar tempat menaruh bahan-bahan belanjaan. Pisau pemotong daging yang besar, tertancap dirusuknya. Dino melengking satu kali, dia mengejang-ngejang sebelum akhirnya mati dalam kesakitan.

Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kemudian ibu. Aku tak bisa mengontrol diriku saat itu, aku menangis. Aku menjerit ketika air mata jatuh dari mataku, aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan bu. Benar-benar tidak tahu.

Aku mendengar suara mereka lagi, menuju lorong ke kamar-kamar kita, lalu aku segera menyusul kesana, dan kulihat pintu kamar Judy dan kamarmu terbuka bu. Oh, Tuhan. Aku sangat ketakutan. Tanpa berfikir lagi, aku langsung masuk ke kamar Judy.

Judy telah mati bu. Aku menemukannya sudah termutilasi, tapi aku tahu kamu tidak menginginkan aku untuk menceritakan secara detail tentang mayat Judy.

Aku tidak punya waktu untuk berlarut-larut dalam kesedihan, aku harus mengecek kamu dan ayah. Aneh sekali, lampu di kamar kalian dalam keadaan hidup menerangi apa saja yang ada didalam kamar, jadi aku tidak butuh masuk kedalam untuk melihat ayah terbaring dilantai, dalam kekakuan. Dua pisau mentega tertancap dilehernya bu. Aku tidak tahu bagaimana itu terjadi.

Kamu tidak dikamar waktu itu. Mengapa kamu tidak berada dikamarmu bu? Apakah kamu mendengar mereka datang? Apakah kamu mendengar bunyi langkah mereka? Apakah kamu fikir bahwa berlari ke basement adalah jawaban terbaik?

Tiba-tiba aku tahu bu, aku tahu kamu berada dibawah sana, mencoba melarikan diri dari makhluk-makhluk itu. Aku berlari menuruni tangga, berharap bisa memukul 'the Whisperers' untukmu.

Tetapi, Aku mendapatimu diruang keluarga bu. Lampunya dimatikan. Aku melihatmu didepan TV. Kamu mempunyai luka dalam dikepala dan kakimu. Kamu kehilangan banyak darah. Ketika kamu melihatku, kamu menjerit ketakutan. Kamu menjerit sekuat tenaga. Aku tidak mengerti.

Tapi, lalu aku melihat mereka lagi. Makhluk-makhluk itu. Bunuh dia. Bunuh dia. Bunuh dia. Bunuh dia. Bunuh diam bunuh dia. Bunuh diam. Mereka terus menerus mengulangi itu ditelingaku bu. Mereka memerintahkanku untuk membunuhmu. Mereka memberitahuku bahwa kamu harus mati.

Lalu, aku melihat tanganku, tanganku telah tertutup oleh darah bu. Darah telah menggenangi gaun tidurku dan memenuhi lenganku. Rupanya aku sedang memegang sebuah pisau. Ya, sebuah pisau dari dapur.

Ketika aku menengadah, 'the Whisperers' telah pergi, dan hanya aku dan kamu yang tertinggal. Aku menghidupkan lampu dan tersenyum kearahmu, menenangkanmu bu. Tapi kamu menjerit lagi. Lalu, aku menghadap kedepanmu dan mengangkat pisau ditanganku.

Aku sudah memberitahumu jangan pernah pergi ke basement bu. Mengapa kamu tak pernah mendengarkanku?

Senin, 14 Januari 2013

Ada Pulau Hantu Di Google Earth

http://keneldi.blogspot.com/
Misteri - Dikarenakan ingin meneliti sebuah pulau yang ditampilkan Google Earth, Google Maps dan peta digital lain, beberapa peneliti melakukan perjalanan ke pulau tersebut. Alangkah kagetnya ternyata pulau tersebut ternyata tidak benar-benar ada.

Sekelompok peneliti dari University of Sydney melakukan perjalanan untuk meneliti sebuah pulau bernama Sandy yang nampak di Google Earth. Pulau tersebut adalah pulau tak berpenghuni yang terletak di dekat Australia.

Ketika para peneliti tersebut mulai menuju koordinat seperti yang tertera di Google Earth, mereka bingung karena yang mereka jumpai hanyalah lautan dan tidak ada yang namanya pulau Sandy itu.

Tentu saja, berita tersebut langsung membuat heboh khususnya di dunia maya. Banyak orang yang mengatakan bahwa pemindai digital milik Google tersebut ngawur. "Kita sangat penasaran sebelumnya dan melakukan penjelajahan untuk menuju pulau tersebut.

Akan tetapi, ketika kita mencapai suatu tempat tepat seperti koordinat yang diberikan Google Earth, kita tidak menemukan apa-apa. Hanya lautan sepanjang mata memandang," ungkap Dr Maria Seton seorang geologis sekaligus orang yang ikut dalam penjelajahan tersebut.

Ketika dikonfirmasikan ke Google, perusahaan pembesut Google Eart dan Google Maps ini menyadari ada kekeliruan yang terdapat di dalam pemindai digitalnya.

Menurut Wikipedia, di beberapa peta digital termasuk Google Maps, pulau tersebut akan nampak seperti aslinya, namun di Google Earth, pulau Sandy hanya terlihat seperti lingkaran lonjong berwarna hitam saja.

Misteri Nyamuk Raksasa Di Polewali Mandar

http://keneldi.blogspot.com/
Misteri - Nyamuk Raksasa Di Polewali Mandar - Sulawesi Barat. Nyamuk ini ditemukan pertama kali oleh warga di sebuah masjid saat akan melakukan salat Magrib kemarin.

Karena sempat khawatir dengan munculnya nyamuk ini, warga menangkap nyamuk ini secara beramai-ramai. Bahkan pelaksanaan salat berjamaah sempat beberapa menit ditunda karena para jamaah berkonsentrasi untuk menangkap nyamuk ini.

Berbeda dengan nyamuk pada umumnya, hewan ini memiliki kaki sepanjang 7 sentimeter, panjang patok 0,7 sentimeter, serta panjang sayap hingga 2,5 sentimeter.

Warga meyakini, nyamuk yang ditangkap ini merupakan nyamuk terbesar di Indonesia yang pernah mereka jumpai. Untuk sementara, nyamuk raksasa ini diamankan di rumah salah seorang warga.

Harli Mulyadi, pemilik rumah, mengaku khawatir dengan penemuan nyamuk raksasa ini. Sebab wilayahnya pernah ditetapkan sebagai endemik demam berdarah.

Dia berharap, pemerintah daerah setempat segera bertindak dengan menggelar fogging atau pengasapan massal untuk mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk tersebut.

Minggu, 13 Januari 2013

Mayat Pria Ini Bangkit Lagi saat Diotopsi

http://keneldi.blogspot.com/
Misteri - Apa reaksi Anda bila melihat orang yang sudah mati tiba-tiba bangkit lagi? Itulah yang dialami para dokter di Venezuela ketika seorang pria yang sudah dinyatakan meninggal tiba-tiba bangun saat diotopsi.

Carlos Camejo (33), dinyatakan meninggal setelah mengalami kecelakaan di jalan raya. Ia kemudian dibawa ke kamar mayat untuk diotopsi. Tiba-tiba "mayat" yang tengah mereka sayat itu berdarah, dan sadarlah mereka bahwa Camejo masih hidup.

Para dokter dengan segera mencari jarum untuk menjahit luka di wajahnya. Saya bangun karena sakitnya bukan main, kata Camejo, seperti dikutip koran lokal El Universal.

Istrinya yang sedang dirundung kesedihan dan diminta untuk datang ke kamar mayat guna mengidentifikasi tubuh suaminya ikut terkejut karena menemukan suaminya masih hidup dan berjalan ke koridor.

Saat ini Camejo memiliki bekas sayatan di wajahnya dan menyimpan dokumen perintah pengotopsiannya.

Mayat Menjadi Berat Saat Di Angkat

http://keneldi.blogspot.com/
Misteri - Keanehan tarjadi ketika pihak polisi mengurus sembilan korban yang tengelam di Perairan Teluk berhampiran Bandar Penawar, Kota di sini, apabila mayat terasa sangat berat.

Walaupun lima orang berusaha mengangkat satu mayat, usaha itu tetap gagal dan keadaan baru berubah setelah seorang ustaz dipanggil untuk membantu.

Polisi berkata, selain mayat menjadi berat, satu lagi keanehan, pacuan empat roda kami secara tiba-tiba tersekat di kawasan berpasir dan tidak dapat bergerak, menyebabkan usaha membawa mayat ke rumah sakit bertambah sulit.

Menurutnya, setelah polisi sampai ke lokasi kejadian yang menerima laporan dari warga yang berkaitan dengan penemuan mayat terdampar di kawasan itu kira-kira jam 4.30 sore.

Semua korban dipercayai adalah penumpang dari sebuah kapal ikan yang membawa lebih dari 15 pendatang tanpa izin dari warga Indonesia yang bertolak dari Bandar Penawar melalui laluan gelap untuk pulang ke negara asal mereka.

Jumat, 11 Januari 2013

Suara Bayi Menangis di Dalam Gua

http://keneldi.blogspot.com/
Misteri - Waktu itu sore hari menjelang maghrib, aku baru saja pulang dari Wonosari menghadiri suatu acara bersama teman-teman. Karena yang pulang ke arah timur hanya aku seorang, di persimpangan jalan yang menuju ke kampungku aku pun berpisah dengan mereka.

Hari yang mendung dengan gerimis rintik-rintik dan menjelang gelap membuatku semakin perlahan dalam mengendarai motor. Dari arah utara waktu mau memasuki daerah hutan yang dipenuhi dengan bebatuan terjal aku agak was-was.

Karena belum pernah aku pulang sampai hari gelap seperti sekarang. Saat melintas di depan pabrik pengolahan batu, aku sedikit lega karena ternyata disana masih ada karyawan yang beraktifitas, hal itu dapat kuketahui dari bunyi mesin pengolah batu yang masih menyala.

Nah, sekitar 1 kilometer dari pabrik tersebut merupakan daerah hutan yang di kiri-kanan jalan penuh dengan gua dan batu terjal. Waktu melintasi sebuah gua yang ukurannya paling besar, aku menyalakan lampu motor dan agak memperlambat laju motor.

Di tengah rintik hujan aku mendengar suara bayi menangis yang sayup-sayup kudengar seperti berasal dari dalam gua. Pikiranku jadi bermacam-macam, akupun coba memperjelas darimana asal suara tersebut, apakah hanya khayalanku saja.

Namun memang suara bayi itu jelas berasal dari dalam gua yang berbaur dengan suara gerimis. Karena hanya sendirian, aku tidak berani untuk berhenti dan memperhatikan ke dalam gua.

Ku kendarai motorku seperti tidak terjadi apa-apa, padahal didalam pikiranku sudah tidak karuan. Apa iya ada hantu yang mencoba menggangguku?

Akupun tidak berani menoleh kebelakang, saat menjumpai desa terdekat, aku berhenti di sebuah warung makan dan memesan kopi sambil merokok untuk menghilangkan rasa tegang. Aku masih ingat bagaimana sayup-sayup suara bayi misterius di dalam gua tersebut kudengar.