Jumat, 11 Januari 2013

Sebelas Hantu tak Berkepala Balas Dendam

http://keneldi.blogspot.com/
Hantu - Kemunculan Pok Pok di komplek Titiwungen membuat perasaan warga yang tinggal di daerah itu menjadi tidak tenang. Situasi tersebut membuat beberapa pemuda Titiwungen harus berjaga-jaga tiap malam.

Mereka membuat beberapa kelompok agar tidak kecolongan, jika nantinya hantu jadi-jadian ini datang lagi. Situasi dua hari terakhir ini, memang tidak seramai sebelumnya.

Gang sudah tidak dipenuhi warga untuk melihat sosok Pok Pok ini. Namun, tetap saja ada beberapa orang yang mendengar cerita tentang Pok Pok dari luar komplek, sempat bertanya tentang keberadaan makhluk ini.

Regy Titiahy, seorang bapak yang mempunyai bayi berumur 3 tahun, menuturkan, ia harus siaga 24 jam untuk menjamin keberadaan putri semata wayangnya tidak diganggu Pok Pok.

Maklum saja, makhluk ini memang terkenal suka menyantap bayi. "Saya juga kemarin ikut kelompok untuk berjaga-jaga melakukan antisipasi serangan Pok Pok. Kami akan melakukan hal ini sampai benar-benar merasa aman," tuturnya.

Sementara itu Daniel (17), yang menjadi saksi perkelahian antara Pok Pok dengan Tonaas, menceritakan, suara teriakan makhluk tersebut bak klakson mobil tronton.

"Pertama ia berkelahi dengan Tonaas di lapangan kosong, kemudian mereka saling berkejaran sampai ke kuburan Kuhun yang ada pohon besarnya," ucap remaja tanggung itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar